Ummu Habibah (Ramlah binti Abi
Sufian)
Segala Puji
Milik Allah atas segala karunia-Nya kepada kita semua, segala kenikmatan yang
tidak akan pernah kita sanggup untuk membalasnya, bahkan pun jika seluruh ‘amal
kebajikan manusia sejak Nabi Adam hingga akhir zaman dikumpulkan, tidak akan
ada nilainya dibanding setetes nikmat yang Allah turunkan ke muka bumi. Diblog
ini saya akan menceritakan sedikit cuplikan kisah Nabi Ismail a.s, semoga
kisah-kisah beliau dapat menjadikan kita semua yang membacanya menjadi pribadi
yang lebih baik lagi. Amin.
Inilah sosok wanita yang patut dijadikan teladan bagi muslimah
zaman sekarang. Bagaimana tidak? Orang-orang terdekat dan yang dicintainya
merupakan musuh baginya. Mereka berusaha memurtadkan dan memalingkannya dari kebenaran.
Dialah salah seorang Ummul Mu’minin yang banyak diuji keimanannya. Rasulullah Shalalahu ‘Alaihi Wassalam. selalu memantau
keadaan umat Islam, tidak saja yang berada di Mekah dan Madinah, tetapi juga
yang di Habasyah. Ketika memantau Habasyahlah beliau mendengar kisah tentang
Ummu Habibah yang ditinggalkan Ubaidillah dengan derita yang ditanggungnya
selama ini. Hati beliau terketuk dan berniat menikahinya. Ummu Habibah menceritakan mimpi dan kehidupannya yang
suram. Dia berkata, “Dalam tidurku aku melihat seseorang menjumpaiku dan
memanggilku dengan sebutan Ummul-Mukminin. Aku terkejut. Kemudian aku
mentakwilkan bahwa Rasulullah akan menikahiku.” Dia melanjutkan, “Hal itu aku
lihat setelah masa iddahku habis. Tanpa aku sadari seorang utusan Najasyi
mendatangiku dan meminta izin, dia adalah Abrahah, seorang budak wanita yang
bertugas mencuci dan memberi harum-haruman pada pakaian raja. Dia berkata,
‘Raja berkata kepadamu, ‘Rasulullah mengirimku surat agar aku mengawinkan kamu
dengan beliau.” Aku menjawab, ‘Allah memberimu kabar gembira dengan membawa kebaikan.’
Dia berkata lagi, ‘Raja menyuruhmu menunjuk seorang wali yang hendak
rnengawinkanmu’. Aku menunjuk Khalid bin Said bin Ash sebagai waliku, kemudian
aku memberi Abrahah dua gelang perak, gelang kaki yang ada di kakiku, dan
cincin perak yang ada di jari kakiku atas kegembiraanku karena kabar yang
dibawanya.” Ummu Habibah kembali dan Habasyah bersarna Syarahbil bin Hasanah
dengan membawa hadiah-hadiah dari Najasyi, Raja Habasyah.
Berita pernikahan Ummu Habibah dengan Rasulullah
merupakan pukulan keras bagi Abu Sufyan. Tentang hal itu, Ibnu Abbas
meriwayatkan firman Allah, “Mudah-mudahan
Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di
antara mereka. …“
(QS.
Al-Mumtahanah: 7). Ayat ini turun ketika Nabi Shalalahu ‘Alaihi Wassalam.
menikahi Ummu Habibah binti Abi Sufyan.
Akhirnya
saya sebagai penulis hanya bermohon kepada Allah swt, semoga dijadikan bagian
dari bangunan dakwah yang kelak akan mengantarkan Islam kembali menjadi
Ustadziatul’alam, Kebenaran itu hanya datang dari Allah, maka jangan
sekali-kali kita ragu untuk mengambilnya sedang yang salah adalah datang dari
diri penulis pribadi.
masih
banyak kisah, diantaranya: nabi, sahabat nasbi dan wali yang dapat kita
jadikan contoh dalam kehidupan kita, selengkapnya silahkan baca disini
.jpg)
Artikelnya bermanfaat buat saya, visit juga ya http://malam-lailatul-qadar.blogspot.com/
BalasHapus