Saudah binti
Zam'ah RA
Sebelum menikah dengan Rasulullloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
Saudah telah menikah dengan Sakran bin Amr Al-Amiry, mereka berdua masuk islam
dan kemudian berhijrah ke Habasyah bersama dengan rombongan shahabat yang lain.
Ketika Sakran dan istrinya Saudah tiba di Habasyah maka Sakran jatuh sakit dan
meninggal. Maka jadilah Saudah menjanda. Kemudian datanglah Rasululloh
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminang saudah dan diterima oleh saudah dan
menikahlah Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan Saudah pada bulan
Ramadhan.
Telah tercatat dalam sejarah tak seorang pun sahabat yang berani
mengajukan masukan kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang
pernikahan beliau setelah wafatnya Ummul Mukminin ath-Thahirah yang telah
mengimani beliau disaat menusia mengkufurinya dan menyerahkan seluruh hartanya
disaat orang lain menahan bantuan terhadapnya dan bersamanya pula Allah
mengkaruniakan kepada Rasul putra-putri. Akan tetapi hampir-hampir kesusahan
menjadi berkepanjangan hingga Khaulah binti Hakim memberanikan diri mengusulkan
kepada Rasulullah dengan cara yang lembut dan ramah:
Khaulah: ”Tidakkah
anda ingin menikah ya Rasulullah?”
Nabi: (Beliau menjawab dengan suara yang menandakan kesedihan), “Dengan siapa saya akan menikah setelah dengan Khadijah?”
Khaulah: “Jika anda ingin bisa dengan seorang gadis dan bisa pula dengan seorang janda.”
Nabi: “Jika dengan seorang gadis, siapakah gadis tersebut?”
Khaulah: “Putri dari orang yang anda cintai, yakni Aisyah binti Abu Bakar.”
Nabi : (Setelah beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam diam untuk beberapa saat kemudian bertanya), “Jika dengan seorang janda?”
Khaulah : “Dia adalah Saudah binti Zam’ah, seorang wanita yang telah beriman kepada anda dan mengikuti yang anda bawa.”
Nabi: (Beliau menjawab dengan suara yang menandakan kesedihan), “Dengan siapa saya akan menikah setelah dengan Khadijah?”
Khaulah: “Jika anda ingin bisa dengan seorang gadis dan bisa pula dengan seorang janda.”
Nabi: “Jika dengan seorang gadis, siapakah gadis tersebut?”
Khaulah: “Putri dari orang yang anda cintai, yakni Aisyah binti Abu Bakar.”
Nabi : (Setelah beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam diam untuk beberapa saat kemudian bertanya), “Jika dengan seorang janda?”
Khaulah : “Dia adalah Saudah binti Zam’ah, seorang wanita yang telah beriman kepada anda dan mengikuti yang anda bawa.”
Beliau menginginkan Aisyah akan tetapi terlebih dahulu beliau nikahi Saudahbinti Zam’ah yang mana dia menjadi satu-satunya isteri beliau (setelah wafatnya Khadijah) selama tiga tahun atau lebih baru kemudian masuklah Aisyah dalam rumah tangga Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Orang-orang di Makkah merasa heran terhadap pernikahan Nabi dengan Saudah binti Zam’ah. Mereka bertanya-tanya seolah-olah tidak percaya dengan kejadian tersebut, seorang janda yang telah lanjut usia dan tidak begitu cantik menggantikan posisi Sayyidah wanita Quraisy dan hal itu menarik perhatian bagi para pembesar-pembesar diantara mereka.
·
Suatu
ketika, Saudah RA. pernah mengalami masalah yang cukup memberatkan hatinya.
Oleh sebab itu, ia segera menemui Nabi saw. untuk mengadukan permasalahannya.
Ternyata, Allah berkenan menurunkan wahyu dari tujuh lapis langit untuk
menyelesaikan masalah yang dialaminya, dan berlaku untuk siapa pun yang
mengalami masalah yang sama hingga hari kiamat. Aisyah RA. menuturkan, “Saudah
binti Zam’ah RA. pernah keluar rumah malam hari. Umar melihatnya dan segera
mengenalnya, maka ia berkata, ‘Demi Allah, engkau pasti Saudah. Kami mudah
mengenalmu.’ Saudah merasa tidak enak hati, sehingga ia segera menjumpai
Rasulullah saw. yang saat itu sedang makan malam di rumahku dan tangannya
sedang memegang tulang yang nyaris habis dagingnya. Tidak lama kemudian, Allah
menurunkan wahyu yang membenarkan tindakan Saudah. Rasulullah saw. berkata,
Allah telah mengizinkan kalian keluar rumah selama ada keperluan.’”
masih banyak kisah, diantaranya: nabi, sahabat nasbi dan wali yang dapat kita jadikan contoh dalam kehidupan kita, selengkapnya silahkan baca disini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar